Desa yang Sedang Bersolek Menuju Pentas Dunia

Terletak persis di sebelah timur Bandara Internasional Yogyakarta, inilah Kalurahan Karangwuni, Kapanewon Wates, Kabupaten Kulonprogo, Daerah Istimewa Yogyakarta. Tentu saja, berada di sebelah bandara membuat desa ini memiliki banyak peluang yang bakal bisa dikembangkan. Tapi itu hanya salahsatunya.

Desa ini dibelah Jalur Daendels alias jalur selatan-selatan yang saat ini mulai menjadi jalur paling padat di Jawa bagian selatan. Saat catatan ini ditulis, jalur ini sedang dilebarkan utuk dipersiapkan menjadi salahsatu jalur lalu lintas paling penting di pulau Jawa yang menghubungkan Jawa Tengah-Yogyakarta.

Potensi lainnya, Karangwuni terletak di pesisir selatan Pulau Jawa dengan pantai cantik di pinggiran desanya. Pemandangan matahari tenggelam di pantai Karangwuni sudah kondang bagi para wisatawan, terbukti dengan keramaian wisata Pantai Glagah yang terletak tepat di sebelah barat desa ini (Pantai Glagah terletak di sebelah selatan bandara).

Kecantikan Karangwuni lainnya adalah memiliki sungai Serang yang membentang di sebelah barat desa sekaligus menjadi pembatas Karangwuni dengan desa Glagah. Ini adalah salahsatu sungai yang menjadi surga para pemancing dari seantero Yogyakarta dan sekitarnya.

Memilik 12RW dan 24 RT, Karangwuni terbagi menjadi enam dusun yakni Keboan, Karangwuni, Pancas, Kriyan, Karangrejo dan Karanganyar. Sebagian besar penduduk hidup sebagai petani terutama cabai, buah dan sayur-mayur. Paduan cabai, sayur dan buah membuat area persawahan di desa ini penuh warna yang menyenangkan.

Seni Jathilan adalah salahsatu kekayaan budaya desa ini. Uniknya, di Karangwuni, kesenian ini justru diminati anak-anak muda. Para pemainnya adalah para muda belia yang gagah dan cantik, memainkan gerakan kstaria dengan kostum keemasan gemerlap. hasilnya, beragam kejuaraan disabet grup jathilan desa ini. 

Memasuki 2021, Karangwuni menyiapkan berbagai langkah besar. Karangwuni siap menyerbu pasar dengan produk sambal bercita-rasa juara yang diproduksi oleh BUMDes Binangun Mitra Sejahtera. Karangwuni juga menyiapkan Area wisata kuliner cantik berjudul Taman Desa. Taman ini dibangun tepat disepanjang pinggiran sungai Serang.

Selain menyajikan suasana tradisional nan indah, tempat ini juga memiliki atraksi sangat langka yakni bisa menyaksikan burung besi raksasa alias pesawat terbang turun dan naik di bandara sebelah desanya. Karangwuni siap menyambut tetamu dunia yang bakal hilir mudik melalui bandara dan jalur selatan yang membelah desanya.

Penunggu Dapur Redaksi